Kenapa-Mengapa-Siapa

Kenapa namanya Setengah Penuh? 

Nama ini diambil karena memandang dan menjalani hidup lebih menyenangkan dengan melihat setengah penuh (half full). Setengah penuh pun dapat diartikan sebagai sebuah pilihan yang harus diambil dalam setiap kesempatan. Seperti juga hidup gue yang selalu penuh pilihan, either good choice or bad choice, tapi selalu penuh pilihan, dan gue pingin melihat pilihan gue dengan optimis (half full). Walaupun kadang gue melihat bahwa setengah penuh juga sebagai suatu konsekuensi ‘kemarukan’ yang memiliki konsekuensi bahwa gue ngga optimal dalam menjalani sesuatu alias setengah-setengah.

Kenapa Blog ini Ada?

Banyak hal di kepala gue yang kayaknya harus dikeluarkan segera. Risiko sekaligus konsekuensi bahwa gue bergerak di banyak bidang, sepertiga hari mikir broadcasting dan telecommunication, sepertiga hari mikirin risk and corporate governance, sepertiga hari mikirin oil and gas. Jadi sayang, kalo hasil diskusi, perenungan dan collaborative learning ngga buru-buru dituangkan jadi memento. 

Kenapa bisa begitu?

Oh ya, gue belon jelasin, secara dari awal udah gue terangin bahwa nasib membawa gue jadi orang setengah-setengah, karir gue pun jadi ‘setengah-setengah’, sampe blog ini dibuat gue punya warung konsultan yang bergerak di bidang risk and corporate governance, sesuatu yang udah gue jalanin selama delapan taun terakhir. Dilain pihak gue jadi Staf Ahli Regulasi dan Kebijakan untuk Dewan Pengawas LPP TVRI yang udah jalan masuk tahun ketiga, selain jadi fasilitator tetap di Milidetik (sekarang jadi Infinity) untuk telco industries, specialized in telco risk and telco fraud selama tiga tahun terakhir. Terakhir tahun 2009 ini malah nyemplung di bidang oil and gas, karena gue bergabung di Ganesha Petro, ngurusin corporate planning….binun ga tuh…..dan semua gue jabanin sekaligus.

Jadi Elo itu Siapa ya?

hampir ketinggalan, nama gue Wahyu Purwoko Yudiantoro, boleh panggil gue Wahyu, tapi gue lebih seneng dipanggil Yudi, lebih akrab buat gue. Nama boleh jawa, tapi urang teh bandung asli, leuwih ngarasa sunda tibatan jawa (terjemahan: gue orang bandung asli, lebih merasa sunda daripada jawa). Pokoknya hidup mati buat PERSIB!

2 Respon untuk Kenapa-Mengapa-Siapa

  1. di jaman trihalfji ternyata masih ada yang milih halffull saja, hehehe…
    salam kenal…

  2. Ping-balik: Penerangan Jalan Umum -PJU- | KECaKOT

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s